Saturday, December 03, 2011

Rumah nenek dan kakek di tepi padang


[Sebuah surat kepada nenek di saat ulang tahunnya. Bagian awalnya ditulis dalam bahasa Rote, namun bagian akhirnya dalam bahasa Indonesia]

Mama a,
Selamat fai boboki mama. Mama ka leo bea? Mama ka teu bau bea ia so? Au ta pernah afarene mama ka fai boboki ma, te fai ia au afarene.
Mo upu-ana mara leo bea? Mon tui nae mama ka mamhedi? Oso talalu sue uma ndia ho, la’o-la’o lai esa lai dua leo to’o sara meu dei. 


Ta sono, leu Kotamu. Mu noi fai esa dua o bole. Sadi mita mala upu ana mara. Papa ka ta namanasa fa, kalau mama ka la’o ela uma la’i esa la’i dua. Leo mae upu ana mara tak esa namahere papa mai boe, au ndia amahere. Au amahere papa ka nei ele. Au ama here papa ka mai tui mama ka. Te mahi malelak tou a be nei lain ndia : fali uma boe kadang la’o seli uma na.

Au tak pernah afarene heni mama ka fepan mo ndara tali, te an ta nahara fa. Losa fai ia au selalu manyasal, nei fai mamate na, au tak ahara on kata esa boe. Au leo ana koa a. Afarene an sono, au dola.

Au nei ia malole mansodak. Noi marini a,  ho ita pake jaket dua telu boe ta dai fa. Malmula mala foto sira.
Au dui surat ia pake dedea Rote ia karna au afarene mama ka. Au leo ana ma’ esa nei dae bafok poin na. Au alelak basa-basa lahenda dedean te au ta perna afarende hendi dedea pertama ndia au alelak : dedea Rote. Nei ia ara rae mother tongue artinya ita inan dedean. Dehenda malelak ara rae : “Dedea pertama o malelak, losa o mamatem boe, ta bisa mafarene hendi.” Dahenda fekek dedean, ita mesti tanori dei, te ida dedean ia tak pernah tanori fa. An mai leo na’ a.
Au lek ala buku esa nei ia tao na kau dola an seli. Wartawan esa nemek Irlandia dui buku ndia. Au dola karena tutui na leo au sodak ka boe. Ana leo no Bei na nei koro’ esa nei Irlandia. Bai na mate nauluk bei na. Waktu ana sakola dadi wartawan, ana leo kota neu. Boe ma ana kerja doo a nei Africa. Fai esa an nama nene bei na maten so, te an tak bisa fali fa. Tatalu doo a, boe ma ana sedang tugas. Hapu telpon name uman na mai, ana noi dola a. Sao na natu non. Ara dola sambil mengenang masa-masa kecil yang bahagia nei bei no bai na uman.

Kalau dulu mungkin pertama kali mama dengan to’o dong berangkat ke Kupang saja sudah cukup berat bagi opa dan oma. Sekarang beta di ujung dunia. Di ujung dunia di mana saya bukan siapa-siapa. Itu membuat saya ingat semua jalan hidup saya. Setiap jengkal langkah kaki saya. Dari kampung kecil Oeulu di bagian selatan pulau Rote, ke kampung bermamar dan berpadang di Lalao, ke desa pinggiran kota di Batuplat ke kota kecamatan di Babau. Jalan hidup yang mungkin tidak terlalu istimewa bagi banyak orang, tetapi bagi saya luar biasa, karena kasih Tuhan begitu luar biasa. 

Pernahkah mama bayangkan At kecil yang lemah, satu saat akan pergi jauh meninggalkan semua yang disayang ke suatu tempat dimana tak seorang pun dari keluarga pernah ke sana? Banyak orang menginginkan tetapi tidak banyak mendapatkan. Dan saya bangga akan pengalaman masa kecil saya yang sangat berharga bagi saya. Dan ada yang lebih berharga dari masa kecil penuh cinta yang membentuk saya seperti sekarang. 

Saya belajar membaca di rumah seorang pensiunan guru SD bernama Simon Lenggu. Simon Lenggu yang saya kenal sangat rapi tulisan dan sangat pandai menggambar. Dan saya tak tahu darimana datangnya kemampuan menggambar saya. Yang saya tahu sewaktu kecil saya suka membongkar-bongkar buku-buku tua peninggalan sang pensiun guru itu hanya untuk mencari gambar-gambarnya dan meniru. Saya masih ingat bagimana ia membuat gambar ayam, dengan sisik-sisik di kaki seakan ia menghitung satu persatu sisik-sisik itu. Alatnya cuma 'buku dollar' dan 'ballpoint kaca'.

Dan saya tak pernah lupa betapa senangnya saya pertama kali mendapat hadiah sebungkus besar gula-gula 'hopis' karena menjuarai lomba gambar dengan menggambar orang memerah susu sapi menirukan gambar dalam buku bacaan SD waktu itu. Walau waktu saya berkali-kali melakukan kesalahan menggambar kaki belakang sapi, gambar saya tetap yang terbaik, bahkan lebih bagus dari gambar anak-anak kelas enam dan saya mendapat pujian dari guru-guru. Semua orang mengerubuni saya waktu itu. Ada yang berbisik: "persis seperti kakeknya." Waktu itu opa sudah pensiun dan lebih sering bekerja di kebun dari pagi sampai sore.Saya menunjukkan gambar saya kepada opa dan ia cuma tersenyum.

Terlalu banyak kenangan manis, yang kalau saya ceritakan tak akan cukup untuk selembar dua kertas. Saya seorang penulis sekarang, saya wartawan sekarang dan mudah-mudah satu kali kelak saya bisa menulis pengalaman berharga itu untuk menjadi pelajaran berharga bagi orang lain. Pelajaran dari hati yang penuh kasih.

Jauh di lubuk hati saya, saya takut apa yang dialami seorang bernama Fergal Keane, seorang wartawan BBC, terjadi pada saya. Kenangan berharga di rumah neneknya di sebuah kampung di Irlandia membuat Fergal yang kemudian menjadi wartawan BBC yang meliput ke seluruh dunia itu, selalu pulang  setiap musim panas ke kampungnya. Dan ia tak pernah mampu menahan rasa inginnya untuk mengendai kendaraannya sekedar meliwati rumah neneknya (yang kemudian di jual To’o-nya dan disetujui semua keluarga). 

Dia selalu berhenti di sana sejenak untuk menoleh ke masa lalu, menoleh ke kehangatan tangan yang tak kelihatan lagi. Terdengar suara opera dari radio tua dan suara anak-anak bermain dalam rumah, lalu ada seorang perempuan tua memanggil karena sudah waktunya minum teh. "Home as it always be", katanya.  

Itu pengalaman Fergal. Saya juga punya pengalaman yang tak kalah manisnya. Kalau Fergal selalu pulang untuk mengenang masa kecil penuh kasih dan kehangatan, aku juga akan selalu pulang untuk mengenang senja di mana suara anak-anak gembala bernyanyi-nyayi menuntun pulang ternak meliwati padang di depan rumah di Laenpaon, Lalao.

Dari rumah itu, suara habo sirih selalu berbunyi sekali-kali berhenti. Suara seorang anak kecil seringkali terdengar. Kadang ada suara seorang perempuan tua meminta untuk mengigitkan pinang muda yang lumayan keras. Lalu suara perempuan tua itu memanggil karena sudah waktunya minum tua hopo atau makan malam. 

Aku pasti tak bisa menahan keinginan itu. Keinginan untuk selalu pulang, karena aku selalu ingat akan kehangatan cinta, yang menjagaku kemana pun aku pergi. Aku pasti mendengar suara-suara itu, selalu. Home as it always be.

Salam sayang dari negeri dingin
Nottingham, The United Kingdom.
10 Watkin Street, St. Ann’s Nottingham
NG3 1DL Nottinghamshire-UK



Friday, December 02, 2011

Creo que el mundo es bello,
que la poesía es como el pan, de todos.


I believe the world is beautiful
and that poetry, like bread, is for everyone.
—Martín Espada

Bahasa-bahasa baru Tiadea



Tiadea sedang mengamati kupu-kupu di taman tengah dekat rumah
Sejak beberapa bulan terakhir Tiadea sudah semakin memiliki banyak kosa kata. Tapi seperti umumnya anak-anak yang baru belajar berbicara, ia punya bahasa-bahasa sendiri yang kadang harus diketahui konteksnya barulah bisa dimengerti.

Selama kurang lebih lima bulan ia bersama ibunya ke Kupang dan saya sendiri terheran-heran dengan sejumlah bahasa baru yang dia gunakan.

Kadang, saya harus bertanya ke ibunya atau nanny-nya.Beberapa contoh kalimat milik "asli" milik Tiadea antara lain:


1. Kalau dia ditanya dengan pertanyaan yang mengharapkan jawaban "ya" atau " tidak" atau kalau ia mengatakan "tidak" terhadap sebuah permintaan,ia akan berkata:"TIDAK, KARTU BALON!"Saya bingung saat pertama kali mendengarnya karena ia akan terus mengatakan kalimat yang sama kalau hendak mengatakan tidak. Untuk pertanyaan apapun yang dijawab dengan tidak, ia akan menggunakan kalimat yang sama. Contohnya: "Tiadea mau makan?" akan dijawab: "Tidak, kartu balon". Usut punya usut, ternyata kalimat itu adalah imitasi dari sepenggal adegan dalam film POCOYO dimana POCOYO bermain sulap/tebak-tebakan kartu. Ketika salah satu tebakan salah, POCOYO berkata: " TIDAK, KARTU BALON!". Kalimat inilah yang dicopy oleh anak saya dan ia menggunakannya secara konsisten.

2. Kadang dia suka menyanyi menirukan sepenggal lagu di dalam adegan TINKERBELL "come with me and fly" tapi langsung disambung dengan kalimat "OM SUKA" sambil merenggut. Setiap kali menyanyikan bait lagu itu selalu disambung dengan "OM SUKA". Untunglah setelah sering diledek dia telah menguranginya. Rupanya dalam adegan sekanjutnya setelah nyanyian itu ada seorang tokoh yang tidak disukainya. Saya lupa nama tokohnya tapi yang perawakannya besar dan berkumis yang bertugas membagikan pixy dust kepada para peri. Karena itulah dia akan menangis minta adegan itu dilewatkan. "OM SUKA" adalah bentuk paling sederhana dari "saya tidak menyukai om itu". Syukurlah ibunya telah berhasil membuatnya 'menyukai' om dalam film itu.

3. Tiadea juga punya kalimat tanya yang sangat enak didengar karena ia bertanya dengan sangat halus. Kalau ia mau menanyakan apakah papa telah mandi, ia akan berkata: "papa, mandi, sonde...?".

4. Satu kalimat yang sedikit menjengkelkan ibunya adalah kalimat yang suka menyalahkan orang kalau ia ditentang atau dilarang melakukan ini atau itu. Ia akan berkata: " papa niyyy..hmmmhhh". saya dan ibunya mencoba mencari tahu dan ternyata itu pengaruh dari nanny-nya. sampai sekarang masih agak susah dihilangkan dan kami hanya berusaha tidak menggubrisnya, agar ia tidak selalu menggunakan kalimat tersebut sebagai senjata.

5. Di saat jam tidur, begitu naik ke tempat tidur dan meletakkan kepalanya di bantal, ia akan berteriak, "Ita, sudot dua setengah...". Artinya: " Ita [nanny], tolong buatkan susu dalam dot sebanyak 250 mililiter." kalimat itu biasa ia dengar dari ibunya sejak di Kupang kalau dia mau tidur. Entah dia mengerti atau tidak soal volume susu itu, yang jelas setiap menjelang tidur ia akan berteriak, "Ita, sudot dua setengah!".

6. Yang saya kagumi darinya adalah daya ingatnya yang luar biasa. Dia akan mengingat hal sekecil apapun yang sudah kami katakan kepada beberapa bulan sebelumnya, bahkan jika kami hanya sekali mengatakannya. saya dan ibunya sampai terheran-heran dengan beberapa ingatannya yang luar biasa. Kemarin (Kamis, 11 Agustus, 2011) dia mengambil sebuah majalah dan langusng menunjuk David Schwimmer yang sedang berpose dalam sebuah iklan film Friends dan berkata: "Melman". Saya ingat saya pernah memperlihatkan para character dalam film Madagascar dan siapa saja pengisi suaranya kepada ia dan ibunya dan beberapa orang lagi saat ia dan ibunya berkunjung ke Jakarta selama beberapa minggu. Jadi tidak secara khusus saya tunjukkan kepadanya. dan itupun hanya dilayar komputer. Tapi rupanya ia memperhatikan dan mengingatnya.

7. Jika ia mengelus-elus adiknya yang menangis ia akan berkata "easy boy" [imitasi dari adegan Tinkerbell dimana seorang peri mengelus-elus kepala tikus yang ketakutan]

8. Ada satu kalimat dan aksi yang belum kami mengerti konteksnya. setiap saat adiknya mandi, dia akan masuk ke kamar tidur, naik ke kursi dan menoleh dari jendela sambil berkata "by the way" sambil tertawa. Kami menduga mungkin baginya "by the way" artinya mandi di bak mandi. ini dikuatkan dengan kenyataan bahwa setelah selesai mandi ia akan sering berkata "by the way abis". Tetapi darimana konteks, kami tak tahu.

9. Ada juga satu kata yang aneh adalah "Yuno Mesak". dia menamakan seekor ikan dalam adegan film FINDING NEMO dengan nama tersebut. Entah apa maksudnya kami juga tak tahu.

10. Sudah sejak lima atau enam bulan lalu [sebelum dia ke Kupang] ia pandai menyanyikan "run, run as fast as you can, you can catch me. I'm a ginger BAD man". seharusnya "bread man" tapi ia mengucapkannya "bad man". namun sejak sbatu [20 agustus 2011] tiba-tiba ia menyanyiknanya secara berbeda: "bad man" diubah menjadi 'bad boy". jadinya: "run, run as fast as you can, you can catch me. I'm a ginger bad boy". saya dan ibunya sampai terheran-heran ia seperti mengerti logika kalimat itu, kami menyangka selama ini dia hanya menghafal saja tanpa mengerti artinya.

11. Daftar kata-kata aneh lain adalah:
- "Tabui"=Astro boy,
- "Koter" = dokter, dalam lagu JESUS DOKTERKU YANG BAIK dia selalu menyanyikannya "Yesus koterku yang baik".
- "Miki nose" = Mickey Mouse
- "Peri pung rajin" = peri pengrajin dalam film Tinkerbell
- "Pidemen" = Spiderman

(bersambung)
Palmerah, 12 Agustus 2011

Perkembangan setelah empat bulan [awal Desember 2011]:
setelah empat bulan, kosa katanya semakin banyak dan semakin jelas pengucapannya, sudah bisa diajak berbicara secara lancar. Namun masih ada satu dua kata yang diucapkan secara lucu misalnya:

"itu bagusss, itu lucu" = ungkapan yang selalu digunakan secara paralel untuk menunjukkan preferensinya, terutama dalam memilih saluran televisi.
"dia senangggg," "bapa senang do"= dia tidak suka orang menujukkan expresi kemarahan. Kadang ia memerintahkan saya ikut senang/tersenyum, "bapa senang do!"
Frasa "Om Suka" telah berubah menjadi "Om tidak suka"
"Kom dan Jeri" = Tom and Jerry
"lagukan" = kecegukan
"tuuli up" = turn it up. Menirukan iklan acara anak-anak di Disney channel
"keular" = keluar
"temau" = tidak mau

Monday, November 28, 2011

Sepe su babunga mama


Sepe su babunga mama
Hari bagini mama su sibuk bikin kue
selalu abis karena kotong enam orang makan terus
Mama suka marah karena papa sonde bantu
belum lagi kue sonde res, karena salah campur

Sepe su babunga mama
Hari bagini bapa su suru jahit baju dengan celana baru di om Mudin
Seragam untuk enam orang
Karena cuma satu pasang, dipakai jalan selamat berulang-ulang
Biar dadolek sonde apa-apa, yang penting baru
sepatu sonde perlu baru, karena belum tentu orang liat pi bawah


Sepe su babunga mama
Tanta be’a di seblah rumah su mulai putar lagu natal
Te'o Rina di sebelah rumah ju su datang babantu mama
Beras untuk om Lipus, mama su sadia
Sapa yang antar, beta sonde tahu

Sepe su babunga mama
Anak-anak sekolah minggu dong su latihan drama
Gereja su mulai bahias
Itu gambar dengan patung Yesus di kadang domba itu
Selalu ada di sudut gereja

Sepe su babunga mama
Dulu waktu papa masih di sana
Di gudang banyak minuman kaleng
Orang dong suka kirim
Papa pung suka beli daging dari om Alex

Sepe su babunga, mama
Bunyi lonceng gereja ke rasa lebih terang
Sebentar-sebentar ujan
samua ijo sampe di atas bukit-bukit belakang rumah
Air Jambu lebih penuh dari biasanya
Kalau mandi tinggal lompat sa

sepe su babunga mama
pohon terang su menyala di ruang tamu
kartu natal kiriman bagus-bagus
papa ada siap bacaan Alkitab

Sepe su babunga mama
lai sadikit kotong su bajalan salamat mama
Jalan kai jaoh sonde soal
karena bemo sonde mau muat anak kecil
Masuk di rumah om Kim tiga kali sonde soal
Karena om Kim sedia banyak uang nekel

Sepe su babunga mama
parcel natal dari orang kaya lagi sadiki su sampe
itu waktu papa masih ada posisi
itu semua ilang waktu papa su pensiun
tapi kotong ju punya sedikit uang untuk beli itu semua
beta sonde mangarti kenapa hadiah bukan untuk orang miskin

Sepe su babunga mama
Kotong biasa bakumpul di meja makan
Kadang tunggu kaka, karena dia masih di gereja
Mori makan duluan karena dia masih kecil
Yang lain bahitung sapa pung giliran berdoa kali ini

Sepe su babunga mama
Baju paling bagus su strika dari pagi
Sore mama bawa kotong pi siram rampe
Masing-masing tahu di mana kubur opa Pau
om Mau, opa Pau, Pan Kiel

Sepe su babunga mama
Tanggal 24 malam ke hari karamat
Kitong bakumpul jam 12 malam
Yang tidor papa kasi bangun
Petasan dan anak-anak balari motor di luar sonde soal
Yang penting kotong berdoa dulu
Beta sonde tahu kenapa papa selalu menangis

Sepe su babunga mama
Dari Batakte, Batuplat, Babau
Kembali Batuplat kotong sama-sama
Sekarang, papa su sonde ada lai…
Selamat natal mama sayang

Serpong, 28 November 2011

Today in History